Google
 

Saturday, April 11, 2009

Motivasi Bisnis Wirausaha

Yang penting, selama semangat juang masih bisa dibangkitkan serta dikobarkan terus, bisa dipastikan bahwa jerih payah itu akan membuahkan hasil yang bermanfaat. Tanggalkanlah pendapat yang mengatakan bahwa usia lanjut adalah usia beristirahat. Justru, semakin usia bertambah, kebutuhan akan aktivitas kerja semakin meningkat. 

Kenyataan sering membuktikan bahwa mereka yang terus aktif sampai usia senja, memiliki kesehatan yang lebih prima, tidak sakit-sakitan dan akan berumur panjang. Lanjut usia bukan alasan untuk mengatakan : aku sudah tua, aku sudah lelah, sudah terlambat, sudah tidak mempunyai ambisi dan seterusnya. Sebaliknya, yang muda usia pun jangan menganggap diri belum waktunya terjun kemasyarakat, karena merasa belum pengalaman, belum memiliki kemampuan, belum punya modal, belum siap mental dan sederetan belum lainnya. Dimanakah adanya tempat diantara “belum” dan “sudah” itu ?

Napoleon Hill mengatakan jangan selalu mencari-cari alasan untuk memaafkan diri sendiri (excusitis), karena hal itu justru yang paling sering menjerumuskan manusia kedalam jurang kemalasan dan kegagalan hidup. Steve Jobs, pendiri Apple Computer membuktikan bahwa ia bisa menjadi orang yang sukses sebelum berumur 30 tahun. Demikian juga Bill Gates, bos Microsoft, berjaya pada usia muda. Dilain pihak, Ray Kroc memperlihatkan bahwa memulai usaha diusia lanjut, bukanlah masalah, terbukti bahwa ia bisa mendirikan kerajaan bisnis raksasa melalui usaha restoran McDonald’s diseluruh dunia.

Seperti diketahui Ray Kroc baru merintis secara sungguh-sungguh usahanya itu setelah berusia 52 tahun. Selain dia, Kolonel Sanders juga berhasil mengangkat usaha ayam gorengnya melanglang buana, melalui jaringan restoran Kentucky Fried Chicken yang mashur itu. Padahal, Sang Kolonel baru memulai bisnisnya setelah memasuki masa pensiun, hanya bermodal secarik resep masakan ayam goreng !

Memang patut diakui, permasalahan yang dihadapi sebagian besar masyarakat Indonesia tidaklah ringan. Luka-luka lama hasil penjajahan kolonialisme sepanjang beratus tahun, meninggalkan bekas yang amat dalam, membawa akibat kerusakan sikap mental dan motivasi yang parah jauh didasar alam bawah sadar. Inilah yang membuat mengapa kalangan menengah kebawah, lebih-lebih pribumi, sulit untuk bangkit kearah kemajuan yang berarti, walau berbagai konsep pembinaan masyarakat telah diterapkan dari generasi ke generasi.

Akibat-akibat yang merusak itu bisa terjadi karena adanya berbagai kebijaksanaan penjajahan yang diterapkan kaum kolonial, meliputi antara lain perangkap feodalisme, elitisme, serta materialisme terselubung. Politik kolonialisme berasal dari benua Eropa, yaitu dari negara-negara yang berbentuk kerajaan, dimana feodalisme memang hidup subur. Belanda dan Inggris adalah dua diantaranya. 

Sumber :http://www.gacerindo.com/2008/utama.php?menu=klinikwirausaha&ida=153

Friday, April 10, 2009

Rony Lukito : Lulusan STM Yang Sukses Menjadi Pengusaha Tas Merk Terkenal

Bercita-cita menjadi seorang pengusaha sukses dan memiliki banyak harta yang melimpah tentunya menjadi keinginan setiap orang. Tidak mustahil, itu semua tentu saja bisa menjadi kenyataan asalkan dibarengi dengan usaha dan do'a. sebagai contoh kita lihat para pengusaha lokal yang sukses merintis perusahaannya dari 0 (nol), perusahaan yang mereka miliki sekarang ini bukanlah warisan dari dari orangtuanya, tetapi murni hasil dari kerja keras dirinya sendiri. Mungkin sepenggal kisah pengusaha tas asal Bandung yang satu ini bisa menginspirasi Anda untuk menjadi seorang entrepreuneur yang sukses. yuk, langsung saja kita simak penggalan kisahnya.

Rony Lukito, pengusaha tas terbesar di Indonesia ini dulunya adalah seorang anak dari keluarga yang memperihatinkan. Orang tuanya bukanlah dari kaum berada. Dimasa remajanya Rony yang tinggal di Bandung adalah sosok pemuda yang rajin dan tekun, dia bukan seorang lulusan perguruan tinggi negeri atau pun perguaruan tinggi swasta terfavorit. Melainkan dia hanyalah seorang lulusan STM (Sekolah Teknologi Menengah), meskipun sebenarnya dia sangat ingin sekali melanjutkan study-nya di salah satu perguruan tingggi swasta terfavorit di Bandung. Namun keinginannya itu tidak menjadi kenyataan karena harus terbentur masalah keuangan.

Semenjak bersekolah di STM Rony sudah terbiasa berjualan susu yang dibungkus dengan plastik-plastik kecil, diikat dengan karet, kemudian susu tersebut ia jual kerumah-rumah tetangganya dengan menggunakan sepeda motor miliknya. Masa remaja Rony di Bandung dilewati dengan penuh kesederhanaan yang jauh dari kehidupan serba ada apalagi yang disebut kehidupan glamour.

Sesuatu yang tidak berlebihan jika banyak orang yang mengatakan bahwa keberhasilan itu memang akan selalu berpihak kepada orang-orang yang mau bekerja keras dan sungguh-sungguh ingin merubah nasibnya. Demikian pula Rony yang sejak remaja biasa bekerja, kini ia berhasil menjadi pengusaha sukses di bisnis tas berkat serangkaian usaha dan kerja kerasnya. Tidak salah memang jika Rony dikatakan sebagai seorang pengusaha tas terbesar di Indonesia.

Itu memang bukan kalimat yang berlebihan, lihat saja produk yang di hasilkan dari perusahaan Rony, B&B Incorporations (B&B Inc.) merajai pasar tas yang ada di Indonesia. Para pengunjung taktiku tentu kenal dengan merek-merek tas yang sudah populer ini, seperti: Eiger, Export, Neosack, Bodypack, Nordwand, Morphosa, World Series, Extrem, Vertic, Domus Danica, Broklyn dll. Mungkin merek tersebut dikalangan anak sekolah dan kuliahan sudah tidak asing lagi, yang memang produk-produk hasil perusahaan Rony sengaja di targetkan untuk kalangan pelajar.

Semua merek tas tersebut di distribusikan secara nasional, sehingga wajar bila merek dagangnya sudah sangat terkenal. Produk Rony juga tersedia di berbagai outlet modern seperti Toserba Ramayana, Matahari Departemen Store, Robinson, dan berbagai hypermart seperti Carrefour, hingga jaringan toko-toko buku seperti Gramedia, dan Gunung Agung belum lagi toko-toko dan grosir tradisional lainnya.

Hmmm... luar biasa bukan ?. Bagaimana, apakah Anda sudah tertarik untuk menjadi seorang entrepreuneur? :) Perusahaan Rony murni dari hasil kerja kerasnya sendiri, bukanlah warisan dari orangtuanya.

Sumber: Buku 10 pengusaha yang sukses membangun bisnis dari 0

Monday, March 23, 2009

Doa Dan Usaha

Dikisahkan, ada seorang pemuda sedang naik sepeda motor di jalan raya. Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya seperti ditumpahkan dari langit. Dengan segera ditepikan sepeda motornya untuk berteduh di emper sebuah toko. Dia pun membuka helm yang dikenakan dan segera perhatiannya tercurah pada langit di atas yang berlapis awan kelabu. 

Sambil menggigil kedinginan, bibirnya tampak berkomat-kamit melantunkan doa, “Tuhan, tolong hentikan hujan yang kau kirim ini. Engkau tahu, saya sedang didesak keadaan harus segera tiba di tempat tujuan. Please Tuhan….., please….. Tolong dengarkan doa hambamu ini”. Dan tak lama kemudian tiba-tiba hujan berhenti dan segera si pemuda melanjutkan perjalanannya sambil mengucap syukur dan berterima kasih kepada Tuhan yang telah mendengar dan mengabulkan doanya. 

Di waktu yang berbeda, di cuaca yang masih tidak menentu, lagi-lagi hujan turun cukup deras dan kembali si pemuda mengulang kegiatan yang sama seperti pengalamannya yang lalu, yakni berdoa memohon Tuhan menghentikan hujan, tetapi kali ini hujan tidak berhenti bahkan semakin deras mengguyur bumi. Di tengah menunggu berhentinya hujan, si pemuda sadar, dia harus berupaya menemukan dan membeli jas hujan untuk mengantisipasi saat berkendaraan di tengah hujan. Kali ini, walaupun terlambat, dia belajar sesuatu hal yakni ada saatnya mengucap doa tetapi juga harus disertai dengan usaha yaitu menyiapkan jas hujan. 

Suatu hari, di waktu yang berbeda,si pemuda ke kantor tanpa sepeda motornya karena mogok akibat kebanjiran. Hujan yang kembali turun, tetapi jas hujan yang telah dibeli, saat dibutuhkan, tiba-tiba raib entah kemana. Dia pun mulai bertanya kesana kemari, barangkali ada yang bersedia meminjamkan payung atau apapun untuk melindunginya dari terpaan guyuran hujan. Kembali diulang doa yang sama, usaha yang sama, dan harapan yang sama pula. Eh,tiba-tiba seorang teman yang bersiap hendak meninggalkan tempat itu dengan berkendaraan mobil berkata, “Hai teman, kalau kita searah jalan. Ayo ikut aku sekalian. Aku antar sampai tempat tujuanmu dan dijamin tidak kehujanan, oke?”. maka si pemuda itu pun mendapat tumpangan dan pulang ke rumah dengan selamat. 

Peristiwa alam yang sama, yakni turunnya hujan, telah mengajarkan si pemuda bahwa selain doa, harus usaha dan akhirnya berserah. Karena jika kita mau membuka hati, ternyata Tuhan tidak pernah meninggalkan kita tetapi kitalah yang harus berupaya dengan segala cara dan pikiran yang telah dikaruniakan Tuhan kepada kita. 

Pembaca yang budiman,

Hanya sekedar mengandalkan doa saja namun tanpa usaha dan kerja nyata tidak mungkin ada perkembangan, hasil akhirnyapun pasti nihil alias kosong, sedangkan sekedar kerja keras tanpa diiringi doa memungkinkan kita salah bertindak karena hanya memikirkan hasilnya. Dengan dilengkapi doa tentu usaha kita itu terarah di jalan yang benar, baik dan halal, maka yang paling ideal adalah usaha dan kerja keras kita yang diiringi dengan doa, niscaya segala usaha kita akan dikabulkan dan tentu hasil yang kita inginkan akan sukses dan memuaskan. 

* Andrie Wongso
Salam sukses luar biasa!!!

Sunday, March 22, 2009

Menjahit Pakaian : Naik Turun, Tetap Oke dan Untung!

Tahun 2009, genap sudah 32 tahun Almakruf (53) menjalankan usaha menjahit pakaian. Ia pernah menjadi penjual daging sapi di Pasar Jodoh. Pernah juga beralih berdagang sembako. Tapi tetap saja kembali lagi ke usaha menjahit pakaian.

Usaha menjahit pakaian cukup menguntungkan. Syaratnya harus menjaga kualitas jahitan, selesai sesuai waktu yang dijanjikan dan lokasi usahanya dekat dengan konsumen. Dengan menerapkan tiga syarat tersebut, Batam Tailor banjir order dari 500-an pelanggan setianya. Setiap hari 12 stel pakaian seragam dan safari harus dijahit oleh dua karyawan Batam Tailor. "Sekarang paling banyak pesanan pakaian seragam satpam dan pakaian safari," kata pemilik Batam Tailor, Almakruf.

Almakruf termasuk wirausahawan yang sudah makan asam garam dalam dunia usaha menjahit pakaian. 32 tahun ia naik turun menjalankan bisnisnya. Ia pernah berkali-kali bangkrut dan habis modal. Lalu harus kembali merintis usahanya. Tapi pernah juga merasakan puncak kejayaan usahanya. ‘Tahun 1991-1997, sebelum krisis moneter itu luar biasa, Batam Tailor benar-benar di puncak kejayaan. Saya punya pelanggan 8 perusahaan industri. Belum termasuk perusahaan non industri dan pelanggan perorangan. Sekali order, satu perusahaan ada yang sampai 1200 stel pakaian seragam,"kata pria asal Lubuk Alung Sumatera Barat.

Sekarang, memang orderan tidak sebanyak dahulu. Tapi tetap saja usaha menjahit pakaian lebih menguntungkan. Biaya menjahit mulai Rp250 ribu untuk pakaian satpam dan untuk pakaian safari Rp350 ribu. Dari harga itu karyawan dibayar Rp20ribu -Rp25 ribu per potong. Sisanya milik pemilik usaha, untuk modal dasar pembelian kain dan biaya operasional. "Lumayan omsetnya. Dari satu stel pakaian bisa dapat Rp100 ribu. Kalau empat stel, kita dapat Rp400 ribu," ujarnya. Sejak terjun berwirausaha dari tahun 1976, Almakruf bukannya tidak pernah mencoba berbisnis lain. Ia pernah menjadi penjual daging di Pasar Jodoh. Ia juga pernah beralih ke bisnis sembako. Tapi rupanya dua bisnis tersebut bangkrut karena sepi pembeli dan hanya bertahan dua tahun. Jadilah Almakruf kembali berbisnis menjahit pakaian.

Modal Mesin Jahit Seken
Untuk merintis usaha menjahit tidak membutuhkan dana besar. Cuma mengeluarkan uang untuk beli mesin jahit seken dan punya keahlian menjahit. Keuntungan langsung diperoleh saat ada order menjahit pakaian. Tapi dengan catatan tidak salah mengukur dan memotong bahan. Selain itu harus bayar di muka 30 persen.

Pertamakali merantau ke Batam tahun 1990, Almakruf hanya membawa uang Rp90 ribu. Uang tersebut, habis dipakai untuk ongkos pesawat Padang-Batam Rp75 ribu. Sisanya Rp15 ribu. Tapi untunglah, saat itu Ia membawa cabai merah Rp30 kg dari kampungnya Lubuk Alung.

Alhasil begitu tiba di Batam, Ia langsung jualan cabai merah di Pasar Jodoh. "Lumayan juga hasilnya. Cabe merahnya laku Rp3 ribu per kg. Saya jadi dapat tambahan uang Rp90 ribu," kata Almakruf sambil tertawa, mungkin teringat masa lalunya.

Uang yang didapatnya langsung dijadikan tambahan modal usaha, untuk membeli mesin jahit seken. Sementara untuk tempat usaha jahitnya yaitu dua toko ukuran 4x6 meter persegi dekat Hotel Nagoya Plaza milik pamannya, Buyung Lambau. Saat merintis usahanya masih belum banyak saingan. Alhasil, Batam Tailor langsung banjir orderan. 

Jauh sebelum melakoni bisnis menjahit, Almakruf menjadi penjual daging sapi di Pasar Jodoh, sekitar tahun 1973. Sampai akhirnya ia bangkrut di tahun 1976. Ia-pun merantau ke Jakarta. Di sana ada saudaranya yang seorang guru tapi menyambi menjahit pakaian.Dari dialah, Almakruf belajar menjahit pakaian.

Banjir Order dari Perusahaan
Punya keahlian menjahit, ia memilih buka usaha sendiri. Menyewa toko kecil di Jakarta. Berkat ketekunannya, usaha menjahitnya berkembang dan maju. Tahun 1983, usaha menjahit turun drastis karena saat itu di Jakarta tumbuh perusahaan konveksi. Orderan jadi semakin seret karena direbut perusahaan konveksi.

Ia pun langsung beralih ke usaha sembako dengan menyewa kios di Pasar Minggu. Tahun pertama hasilnya cukup bagus, tapi tahun ke-2 bisnis sembakonya terpuruk karena sepi pembeli. Akhirnya Almakruf memilih menjual toko sembako bersama isinya sebesar Rp900 ribu. Setelah itu ia pilih pulang kampung ke Lubuk Alung, Sumatera Barat. Memiliki segudang harapan untuk bisa hidup maju lagi, Almakruf kembali merantau ke Batam tahun 1990 dan mendirikan Batam Tailor. Sejak tahun 1991 -1997 Batam Tailor berada di masa emas. Almakruf sampai memiliki 16 orang karyawan karena banyak orderan dari perusahaan industri.

Kejayaan usahanya terpuruk saat krisis moneter di tahun 1997. Batam Tailor bangkrut dan habis modal serta tak punya karyawan lagi. Tapi kini, usahanya kembali tumbuh. Batam Tailor punya dua orang karyawan karena order jahitan mulai banyak. "Habis modal itu biasa dalam bisnis. Yang terpenting bagaimana usaha ini (menjahit-red) tetap bertahan dan maju," katanya.

Almakruf yang berasal dari Padang dan terkenal suka merantau dan berdagang mengusung nama Batam Tailor begitu merintis usaha menjahitnya di Batam pada tahun 1990.Ditambah lagi, biduk rumah tangganya hancur dan membuat aset usaha jahitnya harus dijual untuk dibagi dua dengan mantan istri.

Dari pembagian harta gono gini, Almakruf mendapat Rp2 juta, nilai yang lumayan besar di tahun 1983. Almakruf sampai belanja kain ke Singapura, tiga kali sepekan. Waktu itu di Singapura, harga kain satu meter masih murah, cuma Rp5 ribu. Lebih mahal di Jakarta Rp6 ribu per satu meter.

Kalah Bersaing dengan Perusahaan Konveksi
Ia tak bisa berbelanja ke Singapura lagi, karena harga kain sudah naik tiga kali lipat gara-gara nilai rupiah jatuh. Untuk kebutuhan bahan kain, Iapun beralih belanja ke Jakarta. Sebenarnya setelah krisis moneter, perusahaan tetap mau order menjahit pakaian. Tapi mereka (perusahaan industri-red)tak mau naik harga, sementara harga kain saja naik berlipat-lipat. Saya tak sanggup. Mereka lari ke perusahaan konveksi di Jakarta, " katanya.

Kian sepi terima orderan, Batam Tailor pun akhirnya memutuskan pindah ke ruko Greenland tahun 2003. Di Greenland usahanya tumbuh lagi, Ia memiliki delapan karyawan.

Memasuki tahun 2008, sang pemilik ruko menetapkan kenaikan sewa ruko. Jadilah Batam Tailor pindah ke Panbil. Tapi tak sesuai perhitungannya, usahanya malah merosot tajam ketika pindah ke Panbil. "Waktu pindah ke Panbil saya punya modal Rp40 juta. Rp30 juta untuk sewa ruko setahun. Setelah kontrak setahun habis. Modal habis karena sepi order. Saya benar-benar salah perhitungan tempat. Coba waktu itu saya sewa tempat ruko di depan ruko Greenland, mungkin keadaannya jadi lain," katanya.

Gara-gara habis modal, Almakruf-pun akhirnya pindah usaha ke rumahnya di Sakura Garden tanpa punya karyawan lagi. Karena sepi order, akhirnya Batam Tailorpun pindah ke Bengkong Al Jabar (tempat usahanya sekarang-red) di awal tahun 2008 hingga sekarang.

Tak Cocok Berdagang Sembako dan Daging
Almakruf yang naik turun dalam menjalankan usaha menjahitnya mengaku cocok dengan usaha menjahit pakaian. “Itulah mungkin karena menjahit sudah cocok sebagai profesi saya. Nyatanya, meski saya pernah pindah ke usaha lain, tetap saja kembali membeli mesin jahit dan membeli mesin jahit lagi untuk modal setelah bangkrut usahanya," katanya. Asyiknya lagi, waktu kerjanya bebas, bisa mulai kerja pukul 10.00 WIB. Kalau sedang banyak order dan tidak sanggup, tinggal dialihkan ke tetangga yang punya usaha tailor.

Almakruf mengatakan ia tak mungkin lagi berjualan daging di pasar sekarang ini. Pasalnya usaha berjualan daging sapi diatur waktu. Jam 03.00 WIB harus sudah ada di pasar karena pukul 04.00 WIB para pembeli sudah banyak yang datang. Bila tidak seperti itu usaha berjualan daging akan bangkrut. "Saya tak sanggup lagi. umur sudah tua, 53 tahun, "katanya. Adapun bisnis sembako, Almakruf juga kurang bisa menikmatinya. "Kalau berjualan sembako, kita menunggu pembeli dari pagi sampai sore. Kalau ramai okelah kita sibuk melayani pembeli. Tapi kalau sepi kita hanya duduk di toko seharian menunggu pembeli," katanya.

(Sumber : Batam Pos)

Tuesday, March 10, 2009

Fenomena Seminar/Training Menjadi Pengusaha

Fenomena yang ada, banyak orang mengikuti seminar/training menjadi pengusaha. Di dalam ruangan, mereka terpukau oleh si pembicara , yang biasanya pengusaha sukses. “Wow, hebat ya orang itu! Bener lho yang dia bilang, harusnya memang seperti itu kalo mau sukses!” kata peserta seminar. 

Tapi mengapa sangat sedikit dari mereka yang mampu atau memiliki keberanian untuk meneladaninya? Karena Alam bawah sadar (subconscious mind) mereka menolak. Mereka tahu apa saja yang harus dilakukan untuk sukses, tapi mereka tetap tidak melakukannya. “I know what to do, but I don’t do what I know”. Contohnya lainnya , berapa orang dari pembaca majalah ini, yang sudah membaca Majalah Duit sejak tahun lalu, tapi tetap belum berani memulai usaha sampai sekarang? Berapa banyak buku sudah anda lahap? Darimana datangnya ketakutan itu?

Sejak kecil (bahkan sejak di kandungan), alam bawah sadar kita (subconscious mind) diprogram secara keliru oleh lingkungan sekitar kita. Bisa jadi kejadian-kejadian yang sangat menyakitkan, yang tak pernah terlupakan. Hal tersebut yang membentuk kepribadian kita sekarang, ditambah lingkungan yang menjadikan kita mahluk serba takut. Sehingga banyak pertanyaan yang tidak bisa kita jawab secara logika.

- “Saya ingin jadi PENGUSAHA, tapi kenapa takut melangkah?”
- “Kenapa saya kok gak pede? Tiap kali menghadapi orang, kok gemetar!”
- “Kenapa orang lain bisa sukses, tapi saya tidak?”
- Dan masih banyak lagi kenapa lain yang tak terjawab

Secara tidak sadar, subconscious mind memerintahkan diri kita untuk takut, gemetar, malu, tidak pede, ataupun kebencian yang luar biasa, saat kondisi tertentu (trigger). Padahal kita tidak menginginkannya, tapi kita tidak bisa mengontrolnya.

Bagaimana Cara Menghilangkannya?

Jika kita memiliki komputer yang terserang virus. Sebagus apapun program yang kita install, tidak akan berfungsi maksimal jika virus tersebut belum dihilangkan. Efeknya komputer kita akan bekerja sangat lambat. Jadi virus tersebut harus dibasmi, jika terpaksa, hard disknya harus diformat ulang. Setelah itu kita install ulang program-programnya, barulah optimum. Demikian juga dengan otak kita, virus subconscious mind harus dibasmi, agar kita bisa melesat dengan cepat.

Tapi membersihkan virus sja tidak cukup membuat kita sukses. Bayangkan jika di computer Anda hanya yerdapat games, MS Word dan Excel saja. Jangan harapkan Anda bisa menjalankan internet melalui program tersebut. Tentu saja terlebih dahulu Anda harus meng-install program internet explorer atau sejenisnya. Intinya, Aplikasi – aplikasi menjadi pengusaha sukses dan bermoral itu yang akan di – install di ECamp.

Banyak orang tidak percaya, bahkan peserta sendiri menanyakan, “Bagaimana hanya dalam waktu yang sangat singkat (3hari, 2malam) saya bisa berubah?!” Tapi itulah kenyataannya. Tak usah takut dengan teorinya yang terlalu rumit, karena di ECamp peserta hanya menikmati “wisata” permainannya, bukan datang untuk mendengarkan ceramah yang membosankan. Sengaja ECamp dikemas dalam bentuk simulasi permainan usaha dan psikologi, baik indoor maupun outdoor, sehingga pelatihan akan terasa menyenangkab

Ecamp adalah mesin pencetak pengusaha-pengusaha sukses yang memiliki mentalitas kelimpahan, penuh kasih sayang dan tahan banting. Jika Anda merasa belum mendapatkan impian – impian anda, baik secara materi maupun spiritual, temukan jawabannya di ECamp. Untuk memaksimalkan hasil pelatihan, maka jumlah peserta dibatasi 50 org per-batch (angkatan). Dimana ECamp dipandu oleh seorang coach dan 7 org fasilitator. Jika sebelumnya ECamp 1 sampai dengan 4 diadakan di Batam, maka mulai ECamp 5 dan seterusnya, Taining tersebut sudah diadakan di Puncak, karena kebanyakan peserta dari luar Batam.

Pasca E - Camp
Hal yang paling ditakutkan peserta training adalah momentum semangat pasca training tersebut. Bisa jadi usai training, semangat mereka mengebu – gebu, namun setelah kembali ke’habitat’ semula, semangat itu pudar. Salah satu kekuatan ECamp adalah ikatan alumninya yang tersebar di Indonesia. Dengan difasilitasi mailing list khusus alumni, diharapkan tercipta hubungan bisnis antar alumni. Disamping itu, ikatan alumni juga otomatis menjadi anggota Entrepreneur Association, yang memiliki pertemuan rutin untuk ‘terapi berbicara positif’ dan menjalin hubungan usaha sesama anggota. TAKE ACTION, MAKE IT HAPPEN !

source : Majalah Pengusaha Oktober 2006 hal 76 - 77